PLTD Apung: Kapal Seberat 2.600 Ton Yang Berada Ditengah Pemukiman Warga Banda Aceh

0
Source: indonesiakaya.com

Walaupun Kedahasyatan gelombang tsunami yang menerpa pesisir utara Banda Aceh pada Bulan Desember 2004 telah berlalu sudah lebih dari 1 Dekade, namun bukti kejadian luar biasa tersebut masih bisa kita saksikan di Kapal PLTD Apung yang kini menjadi objek wisata sejarah.

Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau biasa disebut PLTD Apung ini, awalnya bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Akan tetapi, setelah dihantam tsunami kapal milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terseret sejauh lima kilometer dan terdampar ditengah permukiman warga di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Meuraksa, Kota Banda Aceh.

Kapal dengan berat 2.600 ton, panjang 63 meter, dan lebar 19 meter ini mampu menyalurkan listrik sebesar 10 mega watt. Sebelum datang ke Aceh, kapal ini pernah bertugas di Pontianak (1997), Bali (1999), dan kembali ke Pontianak (2001). Hadirnya kapal PLTD ini di Aceh atas permintaan Abdullah Puteh, Gubernur Aceh saat itu, untuk mengatasi krisi listrik yang terjadi tahun 2003.

Setahun lebih bertugas di Aceh, perjalanan kapal tersebut harus terhenti pada 26 Desember 2004. Saat merapat di Pelabuhan Ulee Lheue untuk mengisi bahan bakar, disaat yang tak terduga tiba-tiba tsunami datang menghantam Aceh, tak terkecuali Kapal PLTD apung tersebut.

Dari 11 orang awak dan beberapa warga yang berada di atas kapal ketika tsunami terjadi, hanya satu orang yang berhasil selamat. Fenomena pergeseran kapal ini menunjukkan kedahsyatan kekuatan gelombang yang menimpa Serambi Mekkah kala itu.

Saat ini, area sekitar PLTD Apung telah dibeli oleh pemerintah untuk ditata ulang menjadi wahana wisata edukasi. Untuk mengenang korban jiwa yang jatuh akibat tsunami, dibangun monumen peringatan. Pada monumen itu, tertera tanggal dan waktu kejadian dari musibah yang juga menimpa beberapa negara selain Indonesia.

Disekeliling monumen, dibangun dinding dengan relief menyerupai gelombang air bah. Dari atas kapal ini, pengunjung juga dapat melihat rangkaian pegunungan Bukit Barisan.

Setiap hari nya banyak wisatawan yang datang untuk melihat kapal tersebut, terlebih saat hari Libur. Tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi juga dari luar kota, bahkan mancanegara. “Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, pada 19 Juli 2014 lalu pernah menyempatkan diri berkunjung saat melihat perkembangan Aceh pasca 10 tahun tsunami.

Jika ingin berkunjung ketempat objek wisata ini, para pengunjung tidak dikenai biaya masuk. cukup membayar parkir dua ribu rupiah dan sumbangan seikhlasnya saja.

PLTD Apung ini jaraknya hanya sekitar 7 menit dari pusat kota Banda Aceh atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menit. Penasaran akan bukti besarnya bencana alam yang pernah melanda Aceh ini?

Sumber: mongabay.co.id