Rugi Kerja Keras tanpa Kerja Cerdas

0
Source: beritahati.com

Seperti yang diketahui, kerja keras atau yang biasanya dikenal dengan etos kerja merupakan syarat dan kriteria agar seseorang mencapai hasil yang maksimal. Kerja keras juga memiliki berbagai versi, seperti upaya sungguh-sungguh dalam memperoleh uang, kerja keras agar dapat lulus perguruan tinggi, kerja keras agar dapat promosi jabatan dan masih banyak lagi.

Dalam dunia wirausaha, kerja keras sangat vital bagi omset (pemasukan) yang didapat. Seorang pengusaha yang memiliki intensitas kerja keras yang tinggi akan mendrongnya untuk senantiasa melangkah lebih baik kedepannya. Akan tetapi, dibalik pentingnya kerja keras bagi para pengusaha, ada point yang tak kalah pentingnya yaitu ‘kerja cerdas’.

Di zaman yang penuh akan persaingan seperti saat sekarang ini, tanpa adanya ‘kerja cerdas’ pengusaha akan ketinggalan speed dibanding pesaingnya. ‘kerja cerdas’ menjadi pembeda, rugi bagi para pengusaha jika tidak mengimplementasikan kreativitas dan inovasi berkala dalam berwirausaha. Sebagai contoh, jika seorang pengusaha begitu bekerja keras dalam mempromosikan usahanya, ia rela turun kelapangan, dor to dor kerumah-rumah, bahkan mengurangi jatah tidurnya.  Ia sungguh bekerja keras dalam hal itu.

Akan tetapi, pengusaha yang cerdas tidak harus menghabiskan waktu dan tenaga seperti pengusaha sebelumnya. Ia menciptakan sebuah sistem bukan menjadi bagian dari sistem. Salah satunya dengan perekrutan marketing freelance. Marketiing tersebut akan mendapatkan persen disetiap berhasil mendatangkan pelanggan atau pemasukan. Ternyata hasil dilapangan menunjukkan bahwa kerja cerdas lebih efektif bila dibandingkan dengan kerja keras.