Rumah Aceh Dijadikan Objek Wisata di Desa Yan Kedah Malaysia

0
Source: abudotopaknas.wordpress.com

Rumah adat Aceh memiliki nama khusus yang sering dikenal dengan Rumoh Krong Bade. Rumah ini kendatipun masih ditemukan diberbagai daerah Aceh namun secara kuantitas merupakan aset budaya yang hampir punah. Kecilnya jumlah angka pengguna rumah jenis panggung tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh efektivitas penggunanya yang lebih memilih menggunakan rumah modern. Alasannya adalah karena biaya pembangunan dan perawatan rumah modern lebih terjangkau dibanding rumah Krong Bade.

Baru-baru ini, rumah Aceh yang berada di desa Meunasah Kumudee, Suka Makmur, Aceh Besar, kepunyaan Ketua Universiatas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh, Drs H A Malek Raden MM, dihibahkan kepada masyarakat Aceh di Desa Yan Kedah, Malaysia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Malek Raden kala dikunjungi  Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM) di Banda Aceh.

Ruma Aceh yang disumbangkan tersebut memiliki riwayat pembuatan 28 tahun silam, untuk sebuah aset sejarah entu usia tersebut masi terlalu muda dibandingkan eksistensi rumah Aceh lainnya. Namun, rumah yang proses pembuatannya tanpa menggunakan paku tersebut masih memiliki esensi dan nilai eseika yang tinggi. Hampir disetiap jengkalnya memiliki dekorasi yang lengkap dan memukau mata yang melihatnya.

Rumah adat Aceh tentu memiliki makna khusus bagi masyarakat Aceh, salah satunya merupakan bentuk karakteristik dari seni pengrajin Aceh tempo dulu. Rumah tersebut memiliki lantai yang tidak langsung berada diatas tanah, melainkan beberapa meter diatasnya. Hal ini dilakukan karena pada masa rumah Krong Bade ini populer, masyarakat Aceh masih dikelilingi lingkungan yang penuh dengan hutan, sehingga rumah panggung meruakan solusi yang tepat demi mencegah hewan buas mengganggu penghuni rumah.

Rumah Aceh dengan segala bentuk fisiknya tersebut mencerminkan karakteristik masyarakat Aceh yang dekat dengan alam serta menjaga kelestarian lingkungan. Tercermin dari metode pembuatan dan bahan rumah yang tidak menggunakan paku selaku alat perekat kayu yang sangat populer saat ini. Motif rumah adat Aceh ini juga memiliki aneka ragam keunikan yang secara substasial menggambarkan tingkatan sosial masyarakat Aceh, khususnya dalam aspek ekonomi tuan rumahnya

Begitu juga dengan rumah yang dihibahkan ke pada masyarakat Aceh di Malaysia, tepatnya Desa Yan Kedah. Rumah yang menjadi kebanggaan identitas suku Aceh tersebut rencananya akan diletakkan di pusat kampung Yan Kedah yang akan dirawat dan dikelola oleh KAMC (Aceh Managemen Center). KAMC sendiri merupakan sebuah objek wisata alam yang dimodefikasi dengan berbagai fasilitas dan sarana bagi para pengunjung khusunya wisatawan pecinta sejarah. Dengan adanya rumah Aceh tersebut tentu akan menambahkan nuansa keacehan di Malaysia.