Menikmati Sambal Asam Ganja Tanpa Perlu Berurusan dengan Hukum

0
Source: Dapur Tya

Untuk kamu pecinta kuliner belum sah jika kamu belum mencoba kuliner asal Aceh yang rasanya menggoyahkan lidah dan kontroversial. Aceh memang kaya dengan berbagai macam kuliner yang menggugah selera diantaranya ada kuah beulangong, kuah pliek u, keumamah, dan beberapa makanan khas Aceh lainnya.

Kuliner yang menggugah selera dan kontroversial itu adalah sambal asam ganja. Dari namanya saja sudah membuat siapa yang mendengar merasa terkaget-kaget. Kenapa tidak? Karena barang haram seperti ganja dijadikan sambal dan bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa harus berurusan dengan hukum. Tapi tidak perlu khawatir karena sambal asam ganja ini terbuat dari bahan-bahan alami yang pastinya halal. Hanya saja penamaan sambal asam ganja yang unik dan membuat orang penasaran.

Sambal Asam Ganja adalah sambal udang (udeung). Komposisinya terbuat dari udang dan belimbing wuluh serta dikombinasikan dengan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa khas masyarakat ujung pulau Sumatera . Sambal asam ganja ini berbeda dengan sambal terasi, sambal bawang, dan sambal ijo. Karena rasa asam belimbing wuluh yang mendominasi dan dilengkapi dengan kegurihan dari udang.

Sambal Asam ganja ini menjadi salah satu kuliner khas Aceh yang dijadikan sebagai peluang berbisnis. Tidak hanya di Aceh, sambal ini juga mulai digemari oleh masyarakat luar Aceh seperti di Jakarta. Bahkan menjadi salah satu makanan favorit di beberapa rumah makan dengan harga bervariasi.

“Kalau di rumah makan Medan Baru sekitar Rp. 25.000, di Seulawah Rp. 20.000, di Jambo Kupi Rp. 15.000. Tapi di Pasar Minggu ya, tergantung sama si pedagangnya,” ujar Maimun (39), penikmat sambal asam ganja.

Masyarakat Aceh sendiri tidak familiar dengan sambal asam ganja. Masyarakat Aceh lebih mengenalnya dengan asam udeung yang harganya berkisar Rp. 10.000-Rp. 15.000 per porsi. Asam ganja atau asam udeung ini juga menjadi hidangan di setiap rumah masyarakat Aceh. [Fer]