Sejarah dan Makna Kuah Beulangong yang Jarang Orang Tahu

0
Source: Momtraveler.com

Tiada masakan tanpa koki, begitu juga setiap etnis kuliner tradisional tentu memiliki sejarah dan makna folosofisnya. Di Aceh misalnya, Kuah Beulangong merupakan kuliner yang amat terkenal dan populer diberbagai plosok. Tidak hanya pada perayaan hari besar, bahkan kini makanan yang sering di ramu dalam kuali besar tersebut diperjual belikan di berbagai warung makan di Aceh.

Dikatakan Kuah Beulangong sebab proses memasaknya yang berdurasi lama dalam wajan besar yang warga Aceh sebut ‘belanga’ (Beulangong) yang mampu menyajikan 200 porsi. Biasanya dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 120 menit atau 2 jam hingga kuah yang berisikan sapi atau kambing benar-benar masak dan gurih.

Dengan kuali yang amat besar, Kuah Beulangong tentu tak dapat diracik oleh satu orang saja, dibutuhkan beberapa pekerja hingga segala aspek dan prosedur racikan dapat terealisasi dengan baik. Uniknya, kuliner yang satu ini berdasarkan adat setempat hanya boleh dimasak oleh kaum lelaki. Hal tersebut tak terlepas dari tradisi yang sudah turun-temurun dari masa kesultanan hingga sekarang.

Selain itu, cara mengaduk Kuah Beulangong juga memiliki rahasia tersendiri yakni dengan melakukan adukan yang berlawanan dengan jarum jam. Hal tersebut selaras dengan gerakan tawaf saat haji yang diyakini memiliki makna khusus berupa nilai ketauhidan terhadap Allah Swt. Kuah Beulangong telah menjadi salah satu bukti bisu, bahwa Aceh adalah negeri yang senantiasa merangkul nilai syariat dalam segala aspek termasuk dunia kulinernya.