Sosok Leco Menyerupai Suku Mante

0
Source: pixabay.com

Baru-baru ini di provinsi Aceh, beredar kabar di berbagai jejaring sosial. Bahwasanya rakyat Aceh digemparkan kembali oleh cerita “Suku Mante” yang terdapat di salah satu hutan yang ada di Aceh. Penampakan makhluk aneh tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah di media sosial YouTube atas nama akun Fredography, pada rabu (22/3). Karena penampakan tersebut, banyak media yang menggali tentang kebenaran dan keberadaan Suku Mante sampai saat ini.

Harian Kompas sempat menulis artikel mengenai keberadaan suku tersebut pada 18 Desember 1987 silam dengan judul Ditemukan Lagi, Suku Mante di Daerah Pedalaman Aceh.

Seorang pawang hutan, Gusnar Effendy, menemukan Suku Mante hidup di belantara pedalaman Lokop, Kabupaten Aceh Timur. Dia juga pernah bertemu dengan suku tersebut di hutan-hutan Oneng, Pintu Rimba, Rikit Gaib di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.

“Umumnya tinggal di gua-gua, celah gunung. Kalau siang hari berada di alur-alur sungai dalam lembah,” kata Gusnar dikutip Harian Kompas, edisi 18 Desember 1987.

Konon, cerita Suku Mante ini disebut-sebut sebagai penduduk tertua penghuni daratan Aceh. Keberadaan Suku Mante sampai saat ini masih belum bisa dibuktikan dengan pembuktian ilmiah, beredarnya kabar ini berdasarkan dari cerita turun-temurun rakyat Aceh dan bahkan bisa dikatakan hanya sebuah mitos.

Berdasarkan cerita rakyat, ciri-ciri Suku Mante ini postur tubuhnya kerdil, warna kulitnya hitam, tingginya tidak sampai 100 cm, larinya cepat, tidak memakai pakaian sebagai pelapis tubuh serta tingkat kekebalan tubuhnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan manusia normal lainnya.

Di tengah gemparnya cerita Suku Mante, Saya menjadi tertarik untuk menelisik tentang kebenaran akan cerita Suku Mante ini. Oleh karena itu saya mencari tahu tentang cerita ini kepada salah seorang warga di Desa Air Pinang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Atas nama Wisna Yuhardi (39 thn).

Wisna menceritakan, bahwa di Aceh Selatan tidak terdapat seperti Suku Mante. Akan tetapi, berdasarkan ciri-ciri Suku Mante tersebut, di Aceh Selatan yang seperti ciri-ciri itu namanya Leco.

Leco adalah sebutan untuk makhluk ghaib yang terdapat di gua-gua pegunungan di sekitaran Aceh Selatan. Ciri-ciri Leco ini hampir menyerupai ciri-ciri Suku Mante. Leco sosok makhluk ghaib yang memiliki tubuh dengan tinggi sekitar 50 cm, memiliki lebar telapak kaki antara 2-3 cm dan panjang telapak kaki antara 5-7 cm.

Anehnya, Leco ini mempunyai bentuk telapak kaki yang terbalik dibandingkan dengan manusia pada umumnya. Jari-jarinya mengarah ke belakang dan tumitnya mengarah ke depan. Meski demikian, tidak munutup kemungkinan bahwa Leco ini memiliki tingkat kecepatan lari yang sangat tinggi.

Wisna Yuhardi mengatakan Leco ini masih ada sampai sekarang, karena Ia pernah menemukan jejak kaki Leco seperti jejak kaki orang berjalan mundur, di Pantai Situmpuak, Desa Lhok Rukam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. “Biasanya makhluk ghaib ini bisa kita lihat apabila kita sedang berada di dalam gua”, terang Wisna.

Penduduk setempat juga pernah melihat jejak bahkan sosok makhluk ini di Pantai tersebut. Mereka beranggapan bahwa makhluk ghaib Leco ini turun ke Pantai karena ingin mengambil ikan sebagai bahan makanannya.

Wisna menambahkan, bahwa Leco ini pada dasarnya tidak mengganggu manusia dalam bentuk apapun. Tetapi, makhluk ini tidak berani berpas-pasan dengan manusia secara langsung. Jika ini terjadi, maka makhluk ghaib ini langsung lari dengan kecepatan tinggi melebihi manusia pada umumnya.