Suku Mante Ujian Bagi Peneliti di Aceh

1
Source: hipwee.com

Suku Mante di Pedalaman Aceh masih menjadi perdebatan sejumlah pihak. Benar atau tidaknya dari berbagai cerita yang beredar salah satunya dari mulut kemulut atau istilahnya Radio Megigo. Dahulu sepasang orang Mante pernah ditangkap oleh pasukan Kerajaan Aceh Darussalam ratusan tahun silam, lalu meninggal dunia. Ketua Grup Aceh Lamuri Foundation (ALIF), Mawardi Usman mengatakan, berdasarkan cerita zaman dulu, suku Mante pernah ditangkap saat masa Sultan Alaidin Ali Mughayat Syah (15141530 Masehi). Dua orang Mante yang ditangkap saat itu, sebutnya, ialah pasangan suami istri. (Saat ditangkap) mereka tidak mau bicara dan makan dan memilih mati kelaparan. Sultan menangisi kematian dua Mante ini dan mengeluarkan pernyataan agar tidak mengganggu mereka apabila bertemu.

Suku Mante adalah suku asli wilayah Aceh yang menurut ahli sejarah termasuk dalam suku melayu proto. Warga Aceh sendiri banyak yang menyangka kalau suku kuno sudah punah tapi penampakan video suku Mante yang terekam oleh komunitas trail menjadi perbincangan hangat di Indonesia.

Sebelumnya, viral di media sosial  penampakan manusia kecil yang ditemukan pemotor trail di pedalaman Aceh. Penemuan orang yang diduga Suku Mante itu diunggah di YouTube oleh akun bernama Fredography.

Adapun kutipan dari harianmerdeka.com yang mewancarai salah satu mantan Panglima Kombatan GAM, mengatakan pernah bertemu suku Mante.

"Suku Mante itu benar adanya, saya pernah dua kali bertemu Suku Mante saat berada di pedalaman hutan Aceh," ujarnya.

Fauzan Azima bahkan mengaku sempat menguburkan suku Mante berjenis kelamin perempuan karena tewas akibat terkena ranjau badak.

"Sekitar tahun 2003, Kami pernah menguburkan salah seorang suku Mante yang tewas terjebak perangkap badak di bagian tangan. Lalu kami kuburkan di pinggiran sungai," katanya.

Selain itu salah seorang anggota Legislatif Aceh, Nasir Djamil meyakini keberadaan Suku Mante. Konon dari buku-buku sejarah yang dibacanya, manusia kecil itu merupakan penduduk asli di bumi Serambi Mekah tepatnya di wilayah dataran tinggi Gayo, Aceh bagian tengah.

"Konon katanya itu orang Aceh asli. Sementara yang pesisir itu sudah campur dengan orang-orang Arab yang datang ke Aceh, orang China, Eropa, jadi itu wajah suku Aceh asli ya," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/4).

Populasi Suku Mante menurutnya sudah sangat sedikit dan terasing. Karena itu, mereka tidak mudah terlacak dan jarang muncul.

Suku Mante, lanjut Nasir, hidup dengan dunianya sendiri di pedalaman Aceh. Karena sadar jumlahnya sedikit, mereka tidak menarik perhatian karena itu justru menimbulkan musibah bagi kelompoknya. "Makanya mereka benar-benar terasing, benar-benar sedikit, benar-benar di pedalaman hutan, di sekitaran Aceh Tengah, Aceh Tenggara," tuturnya.

Pemerintah Aceh hingga kini belum sempat menelusuri keberadaan Suku Mante tersebut. Belum juga ada publikasi ilmiah yang betul-betul konferehensif selain di buku-buku sejarah penduduk Aceh.

Dengan kejadian tertangkap kameranya diduga Suku Mante, dia berharap agar penelitian tentang keberadaan suku tersebut dilakukan. "Menurut saya penting untuk menjadi bahan, untuk melihat apakah benar suku mante ini merupakan suku Aceh asli, itu perlu dijawab seperti itu," pungkas Nasir.

1 Comments