Surabi Bantai, Kuliner Tradisional Bercita Rasa Modern

1
Source: aceh.net

Berbicara tentang kuliner memang tak ada habisnya. Banda Aceh merupakan salah satu kota yang memiliki pilihan kuliner yang sangat beragam. Baik itu kuliner tradisional yang tetap dilestarikan cita rasa khasnya, kuliner modern dari budaya luar, sampai kuliner tradisional yang berevolusi menjadi makanan modern dan layak disandingkan dengan makanan-makanan lezat lainnya.

Sore itu, saya mengunjungi tempat nongkrong favorit saya. Bukan hanya karena desain interiornya yang kekinian dan cozy, tetapi juga karena konsep dari cafe ini yang unik dan menarik. Nama cafe ini adalah Surabi Bantai.

Cafe surabi bantai ini memiliki dua cabang, yaitu di Lhambuk yang berjarak sekitar 100 meter dari SPBU Lambhuk dari arah Ulee Kareng, dan di Ulee Lheu di jalan Iskandar muda. Kebetulan sore itu saya memilih nongkrong di Surabi Bantai yang ada di Ulee Lheu. Surabi Bantai merupakan cafe yang menjadikan surabi atau apam sebagai menu andalan dan Icon dari cafe mereka.

“Keunikan yang membedakan surabi bantai ini dengan cafe yang lain adalah konsep kami yang ingin menjadikan makanan tradisional menjadi makanan modern.” Kata Rifai Fadli, pemilik cafe ini.

Surabi yang biasanya disantap dengan kuah nangka atau durian ini di inovasikan ke dalam banyak rasa. Alasan mereka memilih surabi sebagai andalan mereka karena surabi yang terbuat dari adonan tepung terigu itu, bisa dinikmati dalam cita rasa apapun, baik itu manis, asin, pedas, dan lain-lain.

“Jadi mudah jika kita ingin mengkreasikan dengan toppingnya,” tambah Rifai.

Saat ini tersedia 42 menu surabi dengan cita rasa yang berbeda, ada yang menggunakan topping saus, sosis, durian, coklat, keju, jagung, dan masih banyak lagi.

Sore hari yang didukung oleh cuaca yang dingin mendorong saya untuk memesan makanan khas cafe ini, apalagi kalau bukan surabi. Akhirnya saya memilih surabi coklat kismis dan hot coco sebagai minumannya. 

Surabi coklat kismis yang saya pesan mirip martabak dengan bentuk bulat pipih, di permukaannya menggenang coklat dengan taburan kismis yang sangat menggugah selera. Cita rasa empuk surabi ditambah manisnya coklat dan asamnya kismis menyatu di lidah, nikmat !

Harga menu makanan dan minuman di surabi bantai ini juga terjangkau, tidak terlalu mahal, cocok untuk kantong anak kuliahan, hehe. Surabi coklat kismis yang saya pesan hanya Rp.7000, dan hot coco seharga Rp.10.000, sangat terjangkau, bukan ? 

Tidak hanya surabi, cafe ini juga menyediakan menu-menu makanan lainnya, seperti nasi goreng, nasi uduk, burger, dan beberapa menu lainnya. Menu makanan andalan di cafe ini adalah surabi kuah durian yang kebanyakan dipesan oleh orang-orang dewasa, sedangkan surabi coklat keju untuk remaja. Minuman andalannya adalah coklat nenek, yaitu campuran antara coklat, ice cream, coklat batang dan coklat bubuk. Ada juga teh gule yang menyegarkan yaitu teh dengan campuran rempah-rempah. 

Desain interior dari cafe ini juga sangat menarik. Cocok untuk dijadikan tempat nongkrong anak muda karena desainnya yang minimalis dan fotogenic. Cafe ini juga cocok dijadikan tempat berkumpul dengan keluarga. Di bagian samping cafe juga disediakan tempat terbuka untuk menikmati suasana outdoor dengan orang-orang terdekat.

Jadi jika anda ingin mencicipi surabi dengan cita rasa baru sambil quality time bersama keluarga maupun teman, anda bisa langsung datang ke cafe ini. Manjakan lidah anda dengan makanan tradisional bercita rasa modern hanya disini. [fer]

1 Comments