Susunan Gigi Manusia Menjadi Salah Satu Bukti bahwa Manusia Tidak Wajib Vegetarian

0
Source: theodysseyonline.com

Dalam ilmu Biologi, dikenal adanya Produsen dan Konsumen. Produsen adalah mahkluk hidup yang dapat menghasilkan sumber makanan sendiri. Contohnya tumbuhan hijau seperti Padi, Gandum, Bayam dan lain-lain. Sementara konsumen merupakan mahkluk hidup yang tidak dapat memproduksi makanan sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya konsumen ada yang memakan produsen (herbivora) dan ada yang memakan konsumen lainnya (karnivora).

Seperti kita ketahui, herbivora adalah istilah untuk sekelompok hewan pemakan tumbuhan atau rumput. Sementara karnivora merupakan istilah untuk hewean pemakan daging. Selain kedua itu, ada juga yanh dikenal dengan omnivora selaku mahkluk yang dapat memakan segalanya (tumbuhan dan daging).

Apa hubungannya dengan susunan gigi? Ternyata jika kita analisa secara khusus. Rata-rata gigi penyusun konsumen berkaitan dengan makanan yang bisa ia makan. Kambing misalnya, komponen penyusun gigi sapi tersusun dsri gigi Seri dan Geraham yang dikhususkan untuk memotong dan mengunyah rumput. Begitu juga dengan sapi dan hewan herbivora lainnya.

Sedangkan konsumen karnivora, memiliki susunan gigi yang keseluruhan giginya berbentuk runcing seperti gigi taring. Menunjukkan bahwa hewan karnivora hanya bisa memakan daging.

Bagaimana dengan manusia? Coba analisa, manusia memiliki susunan gigi kedua jenis konsumen. Ada bagian gigi manusia untuk mengkonsumsi tumbuhan (gigi seri) dan ada juga bagian gigi manusia untuk mencabik daging (gigi taring). Hal ini mengindikasikan bahwa manusia merupakan mahkluk pemakan daging dan tumbuhan yang dikenal dengan Omnivora.

Bila direnungkan, untuk apa Tuhan menciptakan susunan gigi manusia yang mampu mengkonsumsi tumbuhan dan daging bila harus menjadi vegetarian? Kesimpulannya, susunan gigi manusia menjadi salah satu bukti bahwa manusia tidak wajib vegetarian.