Tak Salah Dengan Ucapan Serpihan Tanah Surga, Tunggu Apa Lagi. Ayo Jalan-Jalan Ke Dataran Tinggi Gayo

0
Source: Lintasgayobedetak.blogspot.co.id

Gayo Lues adalah suatu daerah yang terletak di tengah dataran tinggi  dan sering di juluki dengan nama Negeri Seribu Bukit yang di sertai dengan banyaknya pegunungan-pegunungan, dan memiliki hawa yang sejuk yang di keluarkan dari sekeliling pegunungan. Gayo Lues memiliki keunikan dan keindahan tersendiri dalam wisatanya seperti yang terdapat di kampung Rerebe.

Kampung Rerebe adalah salah satu kecamatan Tripejaya, yang mana kampung ini terletak dibawah pegunungan atau di kaki pegunungan, keunikan dari kampung ini adalah yang memiliki air terjun dan sekaligus dengan kolam biru dan masyarakat setempat menyebutnya air terjun kolam biru. keberadaan kolam biru ini berada diatas pegunungan yang datar.

Menurut pengakuan bapak Jaksa (47) salah satu warga setempat, Pada awalnya tempat wisata air terjun yang berkolam biru ini adalah semak, kolam ini salah satu milik tokoh ulama yaitu bernama Said Sani, dan semenjak jalan dibuka dan  pemilik kolam  berinisiatif untuk memperbaiki kolam yang  berada tepat di pinggir jalan yang menghubungkan ke perkebunan warga. ketika melakukan perbaikan dikolam tersebut  yang menggunakan  alat berat dan memperbaiki aliran air terjun kecil ke kolam dimana dulunya  air hanya mengalir sedikit ke kolam selebihnya menuju ke air terjun yang besar yang berada di bawah yang jaraknya sekitar 50 meter dari kolam tersebut. pada saat air terjun kecil sudah mengalir ke kolam  dan membentuk kolam yang indah dan berwarna biru.

Di sinilah mulai masyarakat setempat menggunakan kolam tersebut sebagai pemandian dan diikuti oleh masyarakat yang  kampungnya atau kecamatannya dekat dengan kampung Rerebe ini. kolam biru ini mempunyai lebar lebih kurang 100 meter dan panjang lebih kurang 110 dengan kedalaman kolam 2-8 meter kedalam. Untuk menuju kampung Rerebe yang berjarak sekitar 45 kilometer atau selama 3 jam perjalanan dari pusat Kota Blangkejeren, dan setelah sampai di kampung tersebut para wisatawan masih banyak tantangan untuk menuju kolam biru tersebut seperti kerikil atau bebatuan, tanjakan, jalan licin, jalan naik turun, untuk roda empat tidak bisa sampai ke tempat tujuan dikarnakan rusaknya jalan  akan tetapi hanya dapat menempuh setengah perjalanan.

Keberadaan kolam biru ini menjadi salah satu pendapatan warga setempat dari para pengunjung, biasanya orang-orang ramai mengunjungi kolam biru ini di hari-hari libur atau hari minggu, bahkan lebih banyak lagi setelah hari-hari besar seperti lebaran. Para pengunjung sangat merasa senang setelah sampai ke tempat tujuan dan sulitnya jalan yang mereka tempuh seakan-akan hilang dengan sekejap setelah melihat air terjun yang mengalir ke kolam biru tersebut dan sejuknya air membuat pengunjung bertambah semangat dan tidak sabar ingin terjun ke dalam kolam biru tersebut. Namun sekarang ini jalan untuk menuju ke air terjun yang berkolam biru ini sudah direnovasi sehingga mulai dari kendaraan roda 2, roda 3, bahkan roda 4 sekalipun sudah mampu menempuh jalan dengan mudahnya untuk sampai ke tujuan wisata air terjun yang berkolam biru tersebut.