Tebalik Nehek Mantenya Subulussalam

0
Source: https://www.google.co.id/search?q=hantu+kaki+terbalik&espv=2&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0ahUKEwiU9ry1io_TAhXBqY8KHfO_CjEQsAQIHQ&biw=1024&bih=445&dpr=1#imgrc=sWO0Z-q8748BNM:

Demam mante, sebutan yang cocok melihat situasi kondisi mayoritas masyarakat Aceh sekarang. Heboh telah ditemukannya makhluk aneh dengan postur tubuh yang lebih kecil (kerdil) serta posisi kedua kakinya terbalik (jari-jari kakinya kebelakang). Mante memiliki kemampuan berlari yang cepat melalui video yang beredar oleh pengendara motor trail yang diunggah ke youtube dari akun HZTN. Sehingga membuat masyarakat penasaran dan ingin bertemu melihat langsung bagaimana sosok mante yang terekam itu.

Keberadaan suku mante masih diragukan oleh beberapa kalangan. Tidak ada bukti relevan dan rujukan kuat yang menunjukkan tentang benar adanya keberadaan suku mante. Cerita tetua dahululah yang dijadikan rujukan benar adanya keberadaan suku mante dari mulut kemulut zaman buyut kala itu. konon katanya dahulu saat sesepuh tetua aceh pergi kehutan bercocok tanam mereka sekali-kali berjumpa mante dihutan, mante akan langsung berlari tunggang langgang saat bertemu mereka.

Cerita yang sama juga ada di Subulussalam kabupaten Kota Subulussalam provinsi Aceh tepatnya di kecamatan Runding, istilah mante di sana disebut oleh masyarakat dengan Tebalik Nehek, hanya tuturnya saja yang berbeda. Tebalik artinya berbeda dari posisi biasanya, terbalik atau berlawan arah. Sementara arti nehek adalah kaki. 

Sebagai asli penduduk Subulussalam, Muhammaddin menyampaikan “Bahwa benar adanya suku tebalik nehek (mante). Cerita ini saya peroleh saat saya masih kanak-kanak dari orang-orang tua dahulu dan mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain (makhluk gaib) .Keadaan pisiknya persis sama seperti cerita yang beredar sekarang hanya orang-orang dahulu (moyang) lah yang pernah bertemu langsung dengan stebalik nehek ini,”

Tebalik nehek dapat ditemui di hutan perairan sungai Lae Souraya tepatnya di kecamatan Runding. Konon katanya, di sana pernah ditemukan jejak-jejak sitebalik nehek. Kronologisnya ketika orang-orang pergi kesawah, seringkali bekal yang dibawa ke sawah habis. Ketika mereka bekerja meninggalkan bekal, posisinya masih tertutup rapi beberapa saat mereka kembali bekal sudah berkurang dan terkadang habis dimakan. Mereka meyakini bahwa sitebalik neheklah yang melakukannya. Tebalik nehek memakan apa yang manusia biasa makan hanya saja bentuk mereka yang berbeda dari manusia pada umumnya selain mengambil bekal, sitebalik nehek juga sering mengambil padi yang akan panen disawah.   

Masa itu penduduk Subulussalam kerap kali merasakan kejadian-kejadian aneh, rumah penduduk seperti ada seseorang yang mengotak-atik perabotan di kala malam posisi perabotan berpindah-pindah tempat serta terdengar suara orang timba air di belakang rumah dan seperti ada yang menyuci baju terdengar dari sikatan dan iringan air, piring berdenting-denting di dapur. Ketika dilihat ternyata tiada siapa-siapa di sana dan sekali-kali nasi, lauk pauk juga ikut lenyap. Banyak masyarakat yang pindah tempat tinggal menuju desa lain karena takut dengan kejadian ini. Kala orang tua dahulu pergi kesawah terdengar samar-samar sekumpulan orang bercerita bercengkrama ria, ketika ditemui ternyata tidak ada siapa-siapa di sekitar mereka. Hal ini diyakini masyarakat setempat bukan ulah sitebalik nehek melainkan bebegu (hantu atau makhluk halus).