Tebing Lamreh: Tempat Wisata Yang Baru-baru Ini Menjadi Sorotan Masyarakat

0
Source: lihat.co.id

Kalo di yogyakarta ada tebing Pantai Gesing, Malang-Tebing Pantai Tamban, Bali ada Uluwatu, dan daerah lain yang memiliki panorama tebing yang indah, maka di Aceh juga ada hal yang sama. Tebing Lamreh namanya. Anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini pantas dijejerkan dengan kelas-kelasnya di berbagai daerah. Anda akan takjub jika melihat hamparan laut luas dan biru yang menyegarkan mata, ditambah lagi dengan desiran angin yang tenang.

Tak hanya itu, dari Bukit Lamreh ini anda pun dapat melihat Pulau Weh dari kejauhan, situs sejarah Benteng Indra Patra, sebuah pulau kecil yang bernama Amat Ramanyang, kemudian Gunung Seulawah Agam sebelah matahari terbit yang begitu elok. Selain Tebing Lamreh, di sini juga ada tanjungnya, namanya adalah Ujung Kelindu yang begitu indah dan mempesona.

Tebing Lamreh berada di sebuah desa bernama Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Tebing Lamreh ini menjadi destinasi wisata yang baru-baru ini eksis di kalangan anak muda Serambi Mekah. Keindahan Lamreh sudah tidak perlu diragukan lagi.


credit image: loveaceh.com

Tebing Lamreh yang begitu memukau kecantikannya banyak menarik fotografer untuk memotret, baik untuk foto biasa, foto model sampai foto prewedding. Momen yang banyak ditunggu oleh para wisatawan disini adalah pada saat matahari terbenam di sore hari ataupun berburu suasana matahari terbit di pagi hari. Dan dengan keberadaan kapal serta perahu nelayan yang tengah melaut, pemandangan di sini pun memberikan kepuasan tersendiri bagi Anda.

Dari Kota Banda Aceh satu jam perjalanan, dan melewati Pelabuhan Malahayati sejauh 1 km, atau 1 km sebelum sampai Pantai Pasir Putih Lhok Mee, di sebelah kiri Anda akan melihat papan besar yang bertuliskan “Welcome To Wisata Puncak Tebing”. Jalan lain yang bisa ditempuh adalah melalui Pantai Pasir Putih itu sendiri, namun ada harus berjalan kaki selama 20 menit.

Untuk menuju ke objek wisata Puncak Tebing, Anda harus merogoh kocek Rp. 10.000/motor. Memang tidak terlalu murah untuk objek wisata yang masih baru ini. Namun, itu akan terbayar dengan akses jalan yang baru saja diperbaiki dan bisa dilewati kendaraan roda empat. Tanpa perlu berhati-hati yang terlalu besar, jalan yang masih berlapis tanah ini memang belum cukup mulus, tapi aman dikendarai meskipun Anda membawa boncengan.

Setelah tiba di Tebing Lamreh, Anda bisa memarkirkan kendaraan dekat kios-kios kecil pedagang. Bila Anda datang bukan pada hari minggu, Anda patut membawa persediaan air dan makanan sendiri. Selain hari libur, di sini tidak ada yang berjualan karena hari-hari biasa sepi dari wisatawan.

Selain itu, Tebing Lamreh juga masih minim fasilitas. Bahkan untuk fasilitas berupa kamar kecil pun belum tersedia. Jadi jangan berharap ada kamar kecil, sekedar berganti pakaian, atau sekedar buang air kecil, karena disini belum tersedia fasilitas itu.

Turun dari bukit ini, Anda bisa bercengkrama atau berjingkrak-jingkrak dilembutnya pasir putih dan merasakan deburan ombak menyentuh mata kaki.

jika di pagi buta Anda bisa menikmati matahari terbit, dan matahari tenggelam di sore hari dengan sangat jelas. Tak jarang juga banyak kapal-kapal dan perahu-perahu nelayan yang lewat. Semua ini seakan menambah keindahan Tebing Lamreh dan membuat Anda takjub dan puas dengan apa yang disajikan disini.

Bukit Lamreh mulai terkenal sejak akhir tahun 2014. Saat itu Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata yang membawakan program petualangan My Trip My Adventure yang menjelajahi Bukit Lamreh ini.

Hingga saat ini banyak wisatawan lokal maupun luar daerah yang berwisata kemari. Banyaknya foto-foto yang diunggah ke sosial media dengan spot-spot yang indah, membuat Bukit Lamreh ini semakin terkenal.

Bagi Anda yang ingin bermalam atau camping disini, jangan lupa mengurus perizinan sama Kepala Pemuda Desa Lamreh ini, supaya Anda lebih aman bermalam, dan tanpa perlu takut lagi bila didatangi pemuda Desa Lamreh ini.

Bila Anda hendak kesini, jangan buang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Mari melestarikannya agar kelak generasi akan datang dapat menikmati juga betapa moleknya Puncak Tebing Lamreh ini yang begitu indah.