Tengku Agam, Mari Jadikan Sabang Surga Mungil Peziarah Dunia

0
Source: disbudpar.acehprov.go.id

N…KMP BRR, baru saja beranjak pelan meninggalkan pelabuhan Ulee Lhee, lambat laun bahtera warisan rekonstruksi Aceh yang sudah menua ini semakin menjauh dari jembatan pelabuhan ,…seperti biasa, tempat paling menyenangkan bagi saya adalah lantai atas, geladak kapal, disitu kita bisa duduk bersila, dengan hanya menyewa selembar alas seharga 20.000 rupiah, dan ketika memilih perjalanan di sore hari, sekitar jam 16.00 Wib, suasana teduh dan tidak panas sangat mengasyikkan bagi kita untuk duduk dibangku yang disedikan dipinggir-pinggir badan kapal sambil  sesekali melempar mata kearah lautan, syukur-syukur lumba-lumba melompat di dekat kapal, ..biasanya jika beruntung lumba-lumba melompat, maka teriakan histeris para penumpang adalah hiburan tersendiri, ketika di daratanpun tanpa bioskop misalnya.

Setiap pulang ke Sabang, kebiasaan saya adalah selalu membawa buku dan membacanya selama perjalanan 1,5 jam sampai 2 jam. Tentu sesuatu yang mengasyikkan membaca sambil menikmati hembusan angin yang membelai lembar-lembar kertas. Dan dalam perjalanan saya terbaru ke Sabang, ketika beberapa lembar mata saya membaca, tanpa sengaja, sedetik kemudian pandangan saya tertuju kesebuah bangku disebelah kanan saya, disitu saya melihat 4 orang wisatawan mancanegara, mereka semua masih muda, saya melihat masing-masing mereka juga membaca buku, ..dan pemandangan ini saya lihat hampir disetiap perjalanan saya ke Sabang`

Melihat bule (begitu biasa sebutannya), hasrat bahasa saya muncul, lalu saya menghampiri salah seorang perempuan muda, yang kebetulan duduk dibangku paling ujung dan dengan segala keramahan anak pulau, saya bertanya darimana asalnya dan sambil memperkenalkan diri bernama Adelia, dia menjawab berasal dari Jerman,..sebuah negara yang sangat menarik, negara yang pernah meninggalkan ingatan sejarah penderitaan panjang manusia dan negara yang memproduksi raksasa filosof dan pemikir Barat, yang menjadi matahari rujukan dunia , sebut saja Nietzsche, GWF Hegel, Karl Marx, Immanuel Kant, Martin Heideggar dan Hannah Arendt. Lalu tanpa malu saya bercerita tentang kekaguman saya pada tokoh-tokoh ini, lalu bule perempuan ini, ternyata hanya sangat respek kepada Karl Marx dan diskusi tentang Marx hanya berlansung singkat.

Saya bertanya apa yang memotivasi sang perempuan Adelia untuk ke Sabang, kemudian, tanpa terduga dia menjawab dengan cepat dan tegas, ” Sabang die kleine Oase in der Welt, (sejauh yang saya ingat, ucapnya dalam bahasa jerman),. Sabang itu surga mungil didunia, lanjut perempuan berambut pirang ini,..kekayaan bawah laut sabang adalah salah satu yang terbaik didunia, wisata alamnya adalah bentukan alami alam,.. jadi lengkap sudah..ucapnya sambil tersenyum…tidak berselang lama saya kemudian mengakhiri pembicaraan, karena dari bahasa tubuhnya dia ingin melanjutkan membaca.

Ketika saya kembali ketempat duduk saya semula, kemudian terdengar aba-aba dari ABK Kapal yang disampaikan dalam bahasa Indonesia, memulai doa, dan segala tentang petuah tentang keselamatan selama pelayaran,…kemudian saya tertegun sejenak, teringat kembali pengakuan para peziarah wisata dari jerman tersebut akan keindahan sabang,..saya terfikir, kenapa semacam informasi tersebut tidak disampaikan saja dalam bahasa Inggris, kemudian ditambah dengan berbagai bahasa dunia lainnya seperti Jerman, Perancis, Belanda, Arab, China, Latin, penyampaian ini bisa ditukar-tukar selain bahasa inggris, bisa dipilih satu bahasa lainnnya, disesuaikan dengan manifest penumpang manca negara, lebih banyak berasal dari negara mana, dan bahasa itu yang kemudian di gunakan,  tentu bisa diganti-ganti bahasanya, Karena informasi ini disampaikan ketika pertama berangkat dan ketika akan sampai, dan tentu saja informasi ini semakin menarik jika bisa ditambah dengan berbagai informasi lainnya tentang wisata sabang, tentu hal seperti ini penitng dilakukan,  terutama sebagai penghargaan kosmopolitnya sabang sebagai destinasi wisata dunia dan penghargaan kepada tamu, para peziarah wista yang berkunjung ke sabang…

Benar saja, tak lama kemudian, Adelia kembali memanggil saya dan meminta saya untuk menerjemahkan apa yang disampaikan tersebut, seandainya informasi tersebut minimal disampaikan dalam bahasa Inggris, maka betapa senangnya para tamu tersebut, terakhir saya bergurau kepada Adelia, “Adelia, nanti sesampai di Sabang, saya akan sampaikan kepada Walikotanya agar ketika kamu kembali nanti, kamu sudah mendengar informasi dalam bahasa inggris,…wanita cantik inipun tertawa lebar dan mengucapakan terima kasih…..

Pengalaman dengan Adelia itu juga melempar ingatan saya pada penghujung akhir tahun 2016 kemarin, tentu dengan pengalaman berbeda,..waktu itu saya memutuskan untuk tidak pulang ke Sabang dan memilih merayakan pergantian tahun di daratan Aceh. Disebuah sore, saya berjalan santai menuju Ulee Lhee, tiba-tiba didepan kantor pariwisata banda Aceh, saya melihat ada banyak anak muda dengan sepeda motor berjejer dan ransel dibahu mereka masing-masing, secara “imperative categories”nya Immanuel Kant, tanpa bertanya, saya lansung tahu bahwa mereka akan ke Sabang, namun, yang menarik perhatian saya adalah, sebanyak 3 orang dari mereka memegang jerigen seukuran 10 liter, …melihat pemandangan itu saya tertawa,…saya menghampiri, dari pengakuan mereka, mereka barasal dari pantai timur Aceh, saya lansung berkata ..”mau ke sabang kan” ...”iya Bang kata mereka”,…”lalu jerigen itu untuk apa ?, tanya saya, .”mau beli bensin di SPBU Ulee Lhee bang, buat stok ke sabang, kami takut di sabang ga ada bensin”, oo, .”saya ini orang sabang, di sabang, bensin itu lebih, bahkan seluruh rakyat dartan ke sabang” kata saya, (tentu ini berlebihan, tapi begitulah untuk meyakinkan anak muda itu), …”Sabang punya beberapa SPBU, dan juga  juga punya Pertamina”,..lalu mereka segera meninggalkan begitu saja jerigen tersebut dan bergegas menuju pelabuhan ulee lhee…

Pengalaman ini menunjukkan, bahwa ada keterputusan informasi tentang Sabang sedetail-detailnya dan selengkap-lengkpanya, tentu ini membutuhkan sebuah kreatifitas penyajian informasi dan massivitasnya promosi wisata Sabang di era kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat ini. Dari berbagai narasi yang kita dapat, promosi ini memang harus terus ditingkatkan semaksimal mungkin, karena sangat berbeda ketika memberikan “pengumuman” dengan memberikan “informasi”, pengumunan hanya memberitahukan, sedangkan infromasi mengurai apa manfaatnya, missal, apa manfaat dan kebahagiaan orang-orang untuk datang ke Sabang.

Apa yang tidak dimiliki Sabang ?

Pengakuan Adelia dari Jerman tadi, semakin mengkerucutkan kita pada sebuah pertanyaan maha penting,  “Apa yang tidak dipunyai Sabang ?”. Pertanyaan ini tentu bukanlah sebuah keangkuhan, melainkan sebuah motivasi untuk selalu merawat anugerah keindahan yang ada di pulau nan mempesona ini, yang telah di catat dalam buku G.K. Van Langen, di jaman colonial, seorang penulis Belanda dengan sebutan “Pulai Wei.

 

Tidak berlebihan kiranya ketika kita katakan bahwa sabang adalah salah satu pulau terbaik didunia. Ketika berpidato dalam peresmian pengeboran tahap pertama  Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Geothermal Jaboi, Sabang, berdaya 80 MW  Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Sabang Zulkifli HS mengakui, kawasan Sabang yang berada paling ujung barat Indonesia itu merupakan salah satu pulau terbaik di dunia. "Allah SWT menganugerahi pulau yang indah untuk kita dan Sabang merupakan salah satu pulau terbaik di dunia," Zulkifli juga mengakui, belum pernah melihat maupun mendegar ada pulau seindah Sabang, di Indonesia bahkan dunia. Sabang merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang menghasilkan energi panas bumi. "Banyak potensi yang bisa kita kembangkan di Sabang yakni, Industri pariwisata, perikanan dan yang sedang dikembangkan sekarang industri listrik panas bumi Jaboi dan potensi ini tidak dimiliki oleh daerah lain," ujarnya. "Mungkin pertama di dunia dan di Indonesia, kota wisata yang menghasilakan energi listrik sampai 80 MW, daya yang dihasilkan ini melebihi kapasitas dan direncanakan energi tersebut akan dijual ke PT PLN (Persero) Banda Aceh melalui kabel bawah laut," tuturnya .(ANTARA news Aceh, 4 Februari 2017).

 

Direktur Utama PT Sabang Geothermal Energi (SGE) Sayogi Sudarman menyatakan, pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Geothermal Jaboi, Sabang, Aceh, berdaya 80 Mega Watt (MW) direncanakan rampung pada tahun 2018. "Diperkirakan energi yang dihasilkan dari panas bumi Jaboi sekitar 80 MW dan kita targetkan pengerjaannya rampung pada tahun 2018 atau maksimal tahun 2019," katanya kepada wartawan di lokasi pengeboran PLTP(Antara News Aceh, 4 februari 2017)

 

Sabang juga punya 20 titik lokasi diving yang sudah diselami ribuan penyelam lokal dan mancanegara dari berbagai belahan dunia, dan mereka bukan menyelam karena kebetulan datang ke sabang, tetapi secara khusus datang untuk diving di Sabang. Berbagai Lokasi penyelaman terbaik meliputi, bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers),  Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift. Juga  Sumur Tiga, Ie Meulee (Hawainya Sabang), gampong tempat saya lahir, juga Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. Ia juga mengakui, di pulau paling ujung barat Indonesia, hampir 98 persen objek wisata bahari tersebut terbentuk dengan sendiri dan masih alami tanpa polesan tangan manusia.

 

Sabang adalah sebuah pulau yang kompleks dan lengkap sebagai destinasi wisata, tidak hanya wisata alam, tetapi juga wisata sejarah dan sisi sejarah spiritualitas yang sangat eksotis untuk ditelusuri,. Sabang adalah icon bagi keterbukaan, kosmopolitanisme dan keberagaman,  sabang adalah laut yang mempertemukan berbagai peradaban. Pulau yang terkenal dengan “keuramat puet ploeh peut”  (keramat 44) dan “kota seribu banteng” ini punya segalanya sebagai syarat bagi destinasi dunia. Ingatan akan Pulau Rubiah sebagai karantina haji, dan rawatan ingatan sehingga dengan itu Aceh dikenal dengan Serambi Mekkah. Atau kisah Tengku Iboih yang sampai hari ini pohon duriannya masih kita jumpai, ini baru secuil saja yang sudah tervisualkan dalam cerita-cerita, tentu masih banyak lagi rahasia-rahasia yang bisa diungkap dari eksotisme Sabang.

 

Tentunya, usaha untuk terus menyibak berbagai rahasia terkubur dan tersimpan tentang Sabang yang dilakukan anak-anak muda Sabang yang mengkhidmatkan diri pada Sabang Heritage Society (SHS) adalah satu usaha yang luar biasa dan berjasa besar dalam mengungkap yang tersimpan dan yang tak terlihat, kerja yang telah mereka lakukan ini dalam menjaga dokumentasi narasi historisitas Sabang, adalah kerja yang secara jelas dan tegas menarasikan secara abadi “ apa yang tidak dipunyai Sabang” ?.

 

Tengku Agam, mari jadikan Sabang Destinasi “Doenya”

Sabang dengan segala keindahannya telah direkam oleh berjuta-juta traveller (para peziarah) dalam ingatan dan kenangan mereka yang membuat mereka selalu ingin kembali dan kembali lagi. Keindahan bawah laut Sabang telah diselami oleh jutaan penyelam-penyelam terbaik dari seluruh dunia dan jutaan kaki telah berdiri di depan hotel sabang Hill dan melempar segala kenangan  mereka akan eksostisme Sabang, segala kekaguman para penziarah telah dinarasikan dalam ribuan lembar catatan dah direkam dalam ribuan video dokumentasi, semuanya meneguhkan satu kalimat penting : “Sabang adalah destinasi dunia (doenya)”.

Sabang sebaagi destinasi adalah anugerah lansung dari sang Maha Penciptanya, mengelolanya dengan baik yang membahagaiskan manusia, menyenagkan amanusia dan mesejahterakan manusia adalah bentuk syukur atas anugerah yang luar biasa besar ini. saat ini, potensi besar sabang terletak pada tiga narasi besar yaitu : wisata, perikanan dan sumber energi. Wisata disini adalah wisata bahari, alam dan juga wisata spiritual, perikanan sebagai sebuah daerah maritime dan sumber energi baru.

Alam Sabang, tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan segala sumber daya bagi masa depan kehidupan, bagi masa depan manusia. Dalam sekian lama rentang usianya, banyak yang telah berubh dari Sabang, namun juga masih sangat banyak yang harus dilakukan untuk merubah Sabang, dan yang paling utama adalah terus memoles sabang sebagai destinasi dunia yang menghubungkannya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pengelolaan wisata Sabang harus benar-benar professional, dengan mengintegrasikan seluruh potensi sumberdaya manusia dan segala kearifan yang ada sehingga semuanya menjadi satu sinergi besar. Sabang masih membutuhkan sebuah investasi besar untuk terus meningkatkan fasilitas Sabang sehingga memenuhi segala standard-standar dunia. tentu dengan menyiapkan segala fasilitas memenuhi standa-standar dunia, baik di lokasi destinasi, pelabuhan, pasar, hotel yang memadai, maka kita telah menyediakan sebuah wadah yang bisa menarik seluruh peziarah-pezairah dunia yang ingin menyelami eksotisme Sabang, surga mungil dunia. segala fasilitas yang telah dibangun harus dikelola dengan baik, segala fasilitas air harus tersuplai tanpa putus, kebersihannya harus terjaga.

Lima tahun kedepan, pengelolaan Sabang sehingga benar-benar menjadi destinasi doenya ada pada pundak Tengku Agam, sang pemimpin, Walikota terpilih periode 2017-2022, tentu juga dengan kerjasam semua pihak, yang harus selalu membuka pintu, bagi setiap investasi yang ingin memajukan Sabang yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. untuk memajukan Sabang, kita tentu harus punya semangat sekuat karang-karang diseluruh bibir pantai Sabang dan harus punya tekad sebesar samudera hindia yang membentang melampaui pulau rondo, batas terluar segala imajinasi kita.

Mengelola Sabang, dengan wisata (destinasi) sebagai potensi utamanya dan memajukan Sabang sebagai surga mungil destinasi dunia adalah jihad kekinian kita, sebagai mujahadah kita mensyukuri rahmat dan karunia Allah yang telah menganugerahkan segala keindahan yang melampaui segala kuasa dan daya manusia. Karena itu,…kepada pemimpin baru Sabang, …Tengku Agam, mari kita jadikan Sabang sebagai destinasi dunia, surga mungil bagi para peziarah dunia. 


[1]Putra Sabang,…yang selalu merindukan Sabang melampaui segala imajinasi tentangnya