Ternyata, Aceh Punya Gedung Anti Gempa Bumi Dan Tsunami

0
Source: escape building by oz

Bencana alam paling dahsyat yang terjadi di kawasan asia tenggara di lepas pantai  samudra hindia pernah terjadi di jepang, china, dan beberapa negara lainnya. Ialah Bencana tsunami aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang telah meluluh lantakan setengah dari permukaan daratan yang di juluki Serambi Mekah ini, telah menewaskan lebih dari 180000 ribu korban jiwa. telah di data BNPB sebuah lembaga penangaan kebencanaan.

Bisa dikatakan merupakan bencana alam yang paling mematikan dalam kurun  waktu 40 tahun terakhir sepanjang sejarah. Merupakan  angka kematian korban terbesar, pula sepanjang sejarah di indonesia. Untuk itu dunia tak berpangku tangan melihat aceh menangis.

Banyak bantuan berdatangan menghampiri aceh dari berbagai lembaga international dan nasional seperti Unicef, Islamic Relief, Red Cross American dan PMI (palang merah indonesia) dan beberapa negara di dunia jepang, china, kawasan eropa, kawasan amerika dan kawasan asia lainnya. Bantuan dapat berupa bahan pangan, makanan, kesehatan, pendampingan fisik, peralatan pokok, dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

Salah satu bentuk dukungan bantuan yang di berikan ialah di bangun sebuah gedung yang dinamakan “Tsunami Escape Building”. bangunan ini sebagai pusat evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai, bila sewaktu-waktu bahaya tsunami mengancam nyawa mereka.

Konstruksi bangunan yang tahan gempa dan tsunami, dengan kapasitas sekitar 1000 orang. Gedung ini tercatat sebagai yang terkuat dan sangggup menahan beban dan goncangan yang besar. Untuk itu gedung anti gempa dan tsunami ini salah satu gedung terkuat di aceh.

Gedung Tsunami Escape Building ini berlantai 4 setinggi 18 m  ini dibangun di Kecamatan Meuraxa atas bantuan Pemerintah Jepang melalui JICS berdasarkan konsep awal yang dibuat oleh JICA Study Team dalam project Urgent Rehabilitation and Reconstrcution Plan (URRP) untuk Kota Banda Aceh pada Maret 2005 sampai dengan Maret 2006.

Masing - masing gedung menghabiskan anggaran sekitar Rp 10,5 milyar. Design bangunan escape building ini dibuat oleh konsultan asal Jepang Nippon Koei, Co. Ltd sebagai JICS Study Team pada tahun 2006. Tiap-tiap escape building dibangun dengan luas 1.400 meter persegi.

Terdapat tiga lokasi penempatan gedung Tsunami Escape Building ini yang pertama di Desa Lambung, kedua Desa Deah Geulumpang, dan yang terakhir ketiga Desa Alue Deah Teungoh. Sekitar area ini dekat dengan garis pantai, berada satu kawasan dengan  ulheu - lheu yang mengalami kerusakan parah ketika terjadi tsunami lalu.

Gedung ini memiliki empat lantai yang masing – masing memiliki fungsi tersendiri. pada lantai pertama terdapat ruang terbuka, ruang olah raga dan ruang tunggu. lantai ini dibiarkan kosong tanpa partisi perabotan untuk menghindari terjangan air tsunami. Lantai kedua mempunyai tinggi sekitar 10 meter, mengikuti tinggi alur gelombang tsunami.

Gedung ini juga dilengkapi dengan peralatan dan fasilitas untuk  evakuasi di lantai dua dan tiga. Lantai tiga gedung ini di desain lapang untuk menampung sekitar 300 orang. lantai tersebut telah di sediakan segala sesuatu layaknya sebuah rumah yang dilengkapi dengan kamar mandi, persediaan makanan, dan lain-lain.

Lantai empat menjadi tempat evakuasi paling atas yang dapat menampung 500 orang, juga ada Helipad yaitu tempat landasan Helikopter.  Ketika masyarakat telah dievakuasi digedung itu, untuk mempermudah helikopter dalam megirimkan bantuan ketika mendarat di atasnya.

Penyaluran bantuan pun akan menjadi lebih mudah, bila ada masyarakat dalam keadaan darurat. bisa langsung dibawa dengan helikopter yang mendarat di lantai empat bangunan tersebut. Gedung ini juga dilengkapi tangga dua jalur, termasuk tangga khusus untuk orang cacat. Gedung ini dapat menahan gempa dengan kekuatan  9 – 10 skala richter.

Gedung ini diperuntukkan untuk masyarakat setempat agar bisa dipakai sebagai balai warga untuk keperluan pertemuan dan sebagainya (gedung serbaguna). Tentu hal ini jauh lebih baik daripada masyarakat harus tinggal di tenda-tenda yang sangat tak menjamin kenyamanan dan keselamatan ketika terjadi bencana sewaktu - waktu.

Dalam gedung ini juga terdapat Sekolah Siaga Bencana yang juga menyediakan perpustakaan. Ratusan buku berisi pengetahuan disediakan untuk menambah pengetahuan anak-anak korban bencana. masyarakat sekitar juga dibina untuk dapat berkontribusi dalam Mewujudkan masyarakat yang tanggap dan siap siaga bencana.

Di sekitar gedung terdapat sebuah taman dan lokasi hijau yang bisa di gunakan anak – anak untuk bermain.  Para pengunjung juga bisa untuk beristirahat sejenak sambil melihat lokasi gedung ataupun sekedar menikmati santai sore jika berkunjung ke gedung tersebut.

Sebuah Lokasi gedung tsunami escape building di Desa Lambung telah ditetapkan sebagai sebagai salah satu kampung percontohan di  Aceh. karena memiliki penataan desa yang mampu meminimalkan dampak bencana, berwawasan lingkungan, dan dengan tersedianya jalur penyelamatan yang lengkap di gedung Tsunami Escape Building ini.

Di lantai paling atas, setiap Pengunjung bisa melihat keindahan panorama kota Banda Aceh. hingga ke perbatasan pantai dan pulau Sabang atau hanya sekedar menanti moment sunset. gedung ini juga menjadi salah satu daya tarik objek wisata di Kota Banda Aceh, bagi warga lokal maupun pendatang dari luar Aceh. bahkan mancanegara ramai datang untuk melihat langsung bangunan anti gempa dan tsunami ini.

Tulisan ini dikutip dari beberapa sumber bpmkotabandaaceh....