Terobosan Wujudkan Jalan Tol Trans Sumatera

0
Source: ksp.go.id

JAKARTA – Kemajuan pengerjaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera jauh lebih cepat dari tol-tol lain yang ada. Padahal, tol ini baru diinisiasi pada tahun kedua pemerintahan Presiden Jokowi.

Penjelasan itu disampaikan Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra di depan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Senin, 20 Maret 2017. Dalam papaparan ini, Dirut Hutama Karya didampingi Direktur Operasional Jalan Tol Hutama Karya Bambang Pramusinto dan General Manager PT. Hutama Karya Rizal Sutjipto.


Jalan Tol Trans Sumatera merupakan jaringan jalan tol sepanjang 2.700 km yang direncanakan menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Jalan Tol ini dirancang berupa 15 ruas utama dan 9 ruas pendukung, mulai dari Banda Aceh-Medan hingga Bakaheuni-Terbanggi-Besar.

Total penugasan Jalan Tol Trans Sumatera yang diamanatkan pada Hutama Karya mencapai 1.415 km dengan ruas terpanjang Medan-Banda Aceh sejauh 470 km dan Pekanbaru-Padang sepanjang 240 km. “Yang paling berat dan mahal yakni ruas dari Padang ke Bukit Tinggi karena medannya berbukit-bukit,” kata Ngurah Putra.


Ngurah berterusterang, secara pembiayaan, Jalan Tol Trans Sumatera ini sebenarnya tak layak secara finansial. “Tapi, bagaimanapun negara ini membutuhkannya,” tegasnya.


Hal itu ditegaskan Kepala Staf Kepresidenan yang menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun-tahun ke depan bakal mengandalkan kekuatan domestik. “Kita akan mencari terobosan mengenai pembiayaan. Presiden concern benar agar proyek ini jangan sampai mangkrak,” kata Teten.

Teten menggarisbawahi Presiden Jokowi bertekad kuat mengedepankan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di luar Pulau Jawa. “Visi Indonesiasentris ini sebenarnya tak populis secara ekonomi, tapi Presiden berkeras, ini harus dilakukan demi mengatasi ketimpangan,” ungkapnya.

Sumber: ksp.go.id