5 Kriteria Menantu Idaman Para Mertua

0
Source:

Menikah adalah suatu impian suci setiap manusia normal. Cinta saja terkadang belum cukup menjadikan sepasang kekasih untuk merajut hubungan kejenjang yang lebih tinggi, pernikahan. Sebab ketika sudah berbicara mengenai pernikahan, akan  banyak oknum yang terlibat, salah satunya adalah calon mertua. Menjadikan berbagai aspek dan faktor ‘x’ naik kepermukaan untuk menjadi bahan pertimbangan. Adapun beberapa faktor-x atau tipe menantu yang paling dicari mertua diantaranya;

5.Ahklak

Ahklak memang bukan alasan utama kebanyakan mertua menerima menantunya. Mengapa Ahklak tidak berada diperingkat 1 atau 2?Karena penulis mengangkat tulisan berdasarkan konteks kekinian. Bila berdasarkan pandangan Islam, tentu ‘takwa’ dan ‘ahklak’ menjadi pilihan utama. Akan tetapi, sikap ini dapat menyihir pemikiran para mertua sehingga mengubah persepsinya dan berpendapat; ‘ini anak santu banget.’  Dan tak jarang, akibat ahklak yang baik, para mertua menerima calon menantunya walau memiliki kekurangan dalam aspek lainnya.

4. Berpendidikan

                Pendidikan merupakan salah satu indikator penting mertua menilai kematangan menantunya. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hampir seluruh fase taaruf mertua akan menanyakan; ‘dia lulusan apa?’ Jadi pendidikan menjadi modal berharga sebagai pertimbangan status sosial dalam masyarakat kelak. Sehingga tak jarang, masih ditemukan saat ini beberapa alasan mertua menunda pernikahan anaknya dengan alasan; ‘tunggulah anak saya selesai kuliah dulu’. Jadi bagi para menantu, jika ingin mendapat restu dari mertua maka gapailah pendidikan setinggi-tingginya karena selain menjadikan anda terhormat anda juga berpeluang memperoleh pekerjaan yang lebih layak.

3. Kaya

Bicara soal ‘kaya’, hari ini siapa sih yang tak ingin kaya? Memang terdengar materialis tapi ini kenyataan dan realitanya. Begitu juga dengan perspektif mertua untuk menantunya. Kaya merupakan tipe 3 besar menantu yang paling dicari oleh mertua zaman sekarang. Maaf bukan merendahkan para mertua, akan tetapi mertua mana yang tidak bahagia seandainya menantunya sosok yang kaya raya yang ia yakini dapat membahagiakan anaknya. Tidak hanya itu, bahkan jika memang menantu sosok yang kaya raya, mertua juga bisa kecipratan rezeki dalam berbagai kondisi dimasa mendatang atau masa lamaran.

2. Sholeh

                Satu lagi tipe menantu yang paling dicari mertua adalah sosok yang sholeh/sholeha. Para mertua rela menerima berbagai kekurangan menantunya asal predikat ‘sholeh’ sudah melekat pada calon menantu. Bila sudah demikian, hal ini bukan soal material lagi tapi sudah masuk pada aspek pertimbangan spiritual para mertua. Tak dipungkiri, pada hakikatnya ‘sholeh’ merupakan identitas yang tidak bisa dinilai manusia normal. Hanya Tuhan yang tahu seperti apa tingkat ketakwaan hambanya. Paling tidak ‘sholeh’ bisa ditangkap dari beberapa eksistensi pelakunya seperti; Ibadahnya, Pakaiannya, pengajiannya, dan sedekahnya.

1. Pekerjaan

                Pada akhirnya,  pekerjaan menjadi ‘the choosen one’  (pilihan uatama) para mertua memilih menantunya. Penulis menilai tidakmungkin dalam sebuah paradikma pernikahan khususnya untuk menantu laki-laki tidak terbesit pertanyaan dari mertua; ‘kerja apa dia?’ Pekerjaan menjadi faktor paling krusial sebagai indikator sang anak boleh dinikahi atau tidak. Begitu mewabahnya aspek ini sehingga tak jarang para menantu memutuskan untuk mencari pekerjaan yang layak sebelum memberanikan diri melamar pujaan hatinya. Apalagi para menantu merupakan pejabat tinggi dalam pemerintahan atau setidaknya seorang PNS, tentu ini akan mempermudah diterimanya menantu oleh kebanyakan kaum mertua. Hal ini sudah natural, dengan adanya pekerjaan yang layak menepis keraguan mertua bahwa anaknya akan hidup susah dan menderita. Sebab seperti apapun tipe yang diidamkan mertua, hal itu tak terlepas dari pertimbangannya demi kebaikan sang anak.

 

                Mungkin inilah beberapa tipe yang penulis analisa dari berbagai sumber bacaan dan pengalaman. Namun bukan berarti seluruh mertua memiliki katagori seperti beberapa poin diatas. Secara kuantitas memang tipe diatas menentukan namun masih ada juga para mertua yang tidak menjadikan syarat tertentu bagi menantunya. Bahkan juga ada para mertua yang memberikan kebebasan memilih pasangan dari orang yang dicintai anaknya. Semoga bermanfaat dan terispirasi.