Tips Mengatur Waktu Agar Cepat Selesai Kuliah

0
Source:

Sebelum memberikan tips, penulis mengajak pembaca untuk mengikuti tes singkat berikut.

Nah, jika ada beberapa material dihadapan anda, yaitu; sebuah timba kosong, air di bak mandi, tumpukan pasir, tumpukan bola golf, dan kerikil. Maka diantara material diatas yang mana lebih dulu dimasukkan hingga semua material berada di dalam timba?

 

Jika anda memasukkan air diawal, seluruh ruang pada timba akan dipenuhi oleh air, dengan begitu material lainnya tidak bisa masuk lagi pada timba. Begitu juga jika urutannya tidak tepat, akan ada material yang tidak mendapat posisi karena seluruh ruang kosong sudah terisi.

 

Adapun urutan yang benar adalah, pertama masukkan bola golf semaksimal mungkin didalam timba. Setelah bola golf memenuhi timba, tentu masih ada ruang kosong. Selanjutnya masukkanlah kerikil kedalam timba. Kerikil akan memenuhi ruang kosong yang tak dipenuhi oleh bola golf. Setelah kerikil memadati ruang kosong, ternyata masih ada ruang kosong yang bisa dimasukkan pasir kedalamnya. Terakhir, timba yang kita rasa sudah penuh ternyata masih bisa di tuangkan air kedalamnya hingga air meresap kedalam pori-pori material lain yang ada pada timba.

 

Nah, seperti itulah analogi memenej waktu bagi mahasiswa. Mereka dituntut untuk menentukan mana kegiatan yang prioritas dan sampingan. Kuliah merupakan bola golf yang menjadi prioritas mahasiswa. Sedangkan game misalnya, merupakan hiburan yang dianalogikan dengan air. Timba diibaratkan dengan waktu yang dimiliki mahasiswa. Jika waktu itu diisi dengan air (hiburan/game), maka waktu yang dimiliki akan habis tanpa terasa, tanpa ada satu pun kegiatan lain yang lebih berarti untuk dilakukan.

 

Jadi, mahasiswa harus melakukan hal yang bermanfaat dulu. Misal, kuliah di nomor 1, maka penuhilah semua jam kuliah yang ada tanpa meninggalkannya. Bila organisasi penting, maka jadikan ia prioritas kedua. Jika setelah kuliah dan organisasi masih ada waktu kosong, maka ibarat kerikil, mahasiswa bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang perlu dilaksanakan seperti; menyuci atau memasak, selanjutnya jika masih ada waktu kosong, bisa diisi dengan ngobrol dan jumpa teman-teman. Terakhir, jika masih ada waktu lebih, baru dihabiskan dengan bermain game. Dengan begitu, mahasiswa tidak akan melewatkan kegiatan yang ada apabila waktu masih memungkinkan.

 

Dengan prinsip prioritas diatas, dapat menstimulasi mahasiswa agar hidup teratur dan lebih berguna. Sebab dengan melakukan hal-hal yang berguna hidup akan lebih berarti dan memiliki makna.                       

Apabila mahasiswa sudah memahami konsep prioritas diatas, ia akan terbiasa dalam mengatur waktu dan kesempatan agar kuliahnya cepat selesai. Sebab faktor paling sering mahasiswa telat kuliah adalah karena mereka yang lalai dalam memanfaatkan waktu. Sibuk dengan organisasi, hiburan, dan hal lain hingga mengesampingkan kuliah yang seharusnya prioritas. Bila seorang mahasiswa dapat mengendalikan waktunya dengan mengutamakan kuliah sebagai pilihan utama dalam agenda kesehariannya, Insya Allah orang tersebut akan cepat selesai kuliah sesuai waktunya.