Unik, Belajar dari Hewan

0
Source: brilio

Hewan adalah mahkluk yang memiliki kasta lebih rendah dibandingkan manusia. Walaupun mamalia sekalipun selaku hewan yang paling tinggi posisinya dalam jajaran hewan lainnya, tetap saja mereka masih jauh dibawah potensi manusia yang dikaruniai akal dan fikiran luar biasa.                       

Meskipun demikian, ternyata ada beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari beberapa hewan disekitar manusia. Hewan-hewan tersebut diantaranya


6. Cicak

Siapa yang tidak kenal dengan hewan melata yang satu ini. Cicak merupakan mahkluk berkaki empat yang hampir ditemukan disetiap perumahan manusia. Salah satu kelebihan cicak adalah, kemampuan memutuskan ekornya agar terhindar dari ancaman hewan yang mengejarnya.

Hikmah yang dapat dipelajari adalah, agar meraih keberhasilan atau terhindar dari ancaman, manusia butuh pengorbanan. Cicak saja rela kehilangan bagian tubuhnya walau bisa tumbuh lagi. Lantas, mengapa manusia takut berkorban? Berwirausaha misalnya, tanpa ada pengorbanan modal, fikiran, dan kerja keras tentu kesuksesan tak akan pernah dicapai.


5. Ikan remora

Ikan remora adalah ikan kecil yang sering mengikuti hiu kemanapun ia pergi. Dalam pelajaran Biologi, hubungan antara ikan remora dan ikan hiu dikenal dengan istilah 'Simbiosis Komensalisme', yakni hubungan antara dua mahkluk hidup yang mana satu diuntungkan dan satunya lagi tidak dirugikan

Ikan Remora diuntungkan berada didekat Ikan Hiu. Selain karena Hiu yang tak berminat memakannya,  posisi Ikan Remora pun terbebas dari ancaman mahkluk lain. Lebih dari itu, ketika ikan Hiu mendapatkan mangsa, Ikan Remora juga diperbolehkan ikut memakannya. Jelas ikan Remora sangat diuntungkan. Sementara Hiu tidak merasa dirugikan karena daya konsumsi ikan Remora tidak besar dan mengurangi bagiannya.

Dalam hidup, terkadang manusia sangat membutuhkan 'backing' dibelakangnya. Backing disini bisa berarti orang yang memiliki otoritas tinggi dalam pemerintahan atau guru yang menjadi pelindung atau penasehat. Dengan adanya backing, seseorang akan lebih aman dan berani dalam bertindak. Terhindar dari ancaman dan gangguan oknum tertentu karena ia berada dalam perlindungan atau pengawasan sang backing.


4. Walang Sangit

Di perkotaan mungkin sulit menemukan hewan yang satu ini. Hal ini tak terlepas dari ekosistem Walang Sangit yang hidup di Persawahan. Salah satu keunikan walang sangit dalam mengusir musuhnya adalah dengan memancarkan bau busuk di sekitarnya. Dengan adanya bau busuk tersebut menjadikan Walang Sangit terhindar dari ancaman dan bahaya musuh-musuhnya.

Pelajaran yang dapat dipetik dari Walang Sangit adalah; Dalam hidup seseorang diperlukan merendah diri (analogi dari busuk). Rendah diri disini maknanya lebih dimaksudkan untuk bersikap 'low profile' atau istilah kasarnya 'bersifat bahwa diri tak punya banyak harta. Dengan demikian akan menghindarkan diri dari ancaman seperti maling, perampok, teman yang ingin memoroti harta, dan lain sebagainya. Dalam istilah; 'lebih baik hidup low-profile namun hard-profit' dari pada 'hard-profile’ padahal ‘low-profit'.


3. Lalat

Lalat adalah hewan yang sering berada pada lingkungan yang tidak baik. Lalat merupakan serangga yang apabila ia datang membawa penyakit, dan bila ia pergi meninggalkan penyakit Filosofi hidup lalat adalah larangan bagi kita bersikap menyusahkan orang lain. Jadilah manusia yang datang membawa rezeki dan manfaat buat orang lain, bukan sebaliknya. Sebagaimana hadis Rasul yang artinya; 'Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.'

                       

2. Semut

Alasan penulis menjadikan semut diposisi kedua adalah sifat kerjasama (teawork) nya yang patut dipuji dan ditiru oleh manusia. Semut adalah serangga kecil yang merapatkan barisan dan berbaris rapi dalam tujuannya. Semut juga mampu membawa beban yang lebih besar dengan sikap saling tolong menolongnya.

Manfaat memoelajari semut adalah, dalam hidup manusia harus saling bekerja sama dan bergotong royong. Dengan adanya sikap tersebut, segala pekerjaan akan terasa mudah dan lebih enteng. Sifat team work juga sangat dibutuhkan manusia dalam menyelesaikan banyak permasalahan. Seperti kata pepatah; 'dua kepala lebih baik dibandingkan sendirian.


1. Lebah

Mengapa semut tidak menjadi pemenang dalam analisa penulis? Hal itu karena semut apabila ia membawa nasi kesarangnya, maka sampai kapanpun itu akan tetap nasi. Artinya; semut tidak memiliki daya kreatifitas dan inovatif. Sementara lebah, ia mengambil nektar pada bunga yang kemudian diolah menjadi madu untuk kepentingan umat (anak-anaknya). Lebah merupakan mahkluk yang bersinergi dan komunikatif dengan sesamanya. Mereka juga memiliki sistem organisasi yang baik yang tetdiri dari ratu (sebagai pemimpin), pekerja (pengolah madu) dan tentara (penjaga sarang dari ancaman).