Wah! 9 Penyair Aceh Ini Masuk dalam Antologi Puisi Nasional

0
Source: konfrontasi.com

Aceh memang memiliki beragam kelebihan yang tidak hanya dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah kontribusi yang dilakukan berbagai etnis tanah rencong tersebut dalam orientasi seni dan syair. Itu terbukti dari eksistensi sembilan penyair asal Aceh yang termasuk dalam Antologi Puisi Indonesia"  terbitan Yayasan Lontar Nusantara pada tahun 2017.

Antologi merupakan kumpulan berbagai puisi se-Indonesia yang ditulis berdasarkan visi yang berperan dalam mencatat dan mengeksplorasi sejarah serta keunikan berbagai syair yang terpilih. Buku tersebut memiliki ketebalan sekitar 800 halaman yang diantaranya menampilkan 460 karya puisi yang terdiri atas 240 orang penyair.

Adapun penyair asal Aceh yang berhasil menggoreskan tinta emas mereka ke kancah nasional diantaranya adalah; Ali Hasjmy, Fikar W.Eda, Talsya, Z.Afif, Zakaria M.Passe, Isma Sawitri, LK. Ara, dan Maskirbi.

Sedangkan karya mereka yang dikutip untuk menjadi bagian dari naskah tersebut diantaranya;

Puisi karya Ali Hasjmy yang  berjudul “Pengemis”, dan “Menyesal."

Puisi karya LK Ara yang berjudul "Si Metunmetun," dan "Kurlaklak."

Talsya, dengan puisinya yang berjudul "Sang Merah Putih" dan "70 Milyun Sudah Bersatu."

Isma Sawitri, yang juga dikenal sebagai jurnalis di Tempo dan sejumlah surat kabar di Jakarta. Penyair kelahiran Langsa 1940 ini ikut serta dengan karyanya yang berjudul "Pantai Utara" dan "Hati Bunda."

Fikar W.Eda dengan karyanya yang ditulis pada tahun 1987 yang berjudul "Rindu Emak di Beranda."

Z. Afif, Penyair asal Lhok Sukon Aceh dengan karyanya yang berjudul "Aceh Kampung Kucinta."

Karya penyair Aceh Zakaria M. Passe yang dipilih adalah puisinya yang berjudul "Seorang Suami Rindukan Istrinya."

Maskirbi, penyair Aceh yang telah berpulang ke Rahmatullah pada peristiwa tsunami silam, "Keterbatasan" dan "Katakan Saja Padanya."

Terakhir, D. Keumalawati dengan puisinya yang berjudul "Kolam Merah di Beutong Ateuh."