Waspada! Aliran Sesat yang Sempat Eksis di Aceh

0
Source: voa-islam.com

Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang diakui secara praktis memiliki intensitas spiritual keislaman lebih tinggi dibanding masyarakat daerah lainnya. Aceh juga merupakan daerah model penerapan hukum syariat Islam yang akan menjadi refleksi sejarah apakah mampu atau layak diikuti oleh daerah lainnya di Indonesia.


Begitu kentalnya nilai religi dan keagamaan di Aceh ibarat pisau bermata ganda yang tidak hanya menoleh hasil positif melainkan juga tantangan bagi para etnis tertentu yang ingin merusak dan merongrong kemurniaan ajaran Islam Aceh dari dalam. Salah satunya adalah eksistensi aliran sesat yang berupaya memecah belah Aceh dengan berbagai kosekuensinya.


Terakhir kali, bertepatan pada April 2011, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh bersama dengan perwakilan pemerintah daerah telah mengklarifikasikan dan memastikan beberapa aliran sesat di Aceh dan bentuk penyebaran dan keberadaanya dilarang secara hukum maupun syariat Islam.


Berikut daftar aliran sesat di Aceh yang sempat eksis dan meresahkan masyarakat;


1. Ajaran Ahmadyah Qadiyan (Aceh)

2. Darul Arqam (Banda Aceh)

3. Ajaran Milata Abraham (Lokasi di Bireuen)

4. Aliran Syiah (Aceh)

5. Ajaran Kebatinan Abidin (Sabang)

6. Tarikat Haji Ibrahim Bonjol (Aceh Tengah)

7. Ajaran Muhammad Ilyas bin M Yusuf (Aceh)

8. Kelompok Jamaah Qur'an Hadist (Aceh Utara)

9. Ajaran Ahmad Arifin (Aceh Tenggara)

10.Tarikat Mufarridiyah (Aceh)

11. Ajaran Ilman Lubis (Suak Lamatan, Kecamatan Teupah Sel, Simeulue)

12. Pengajian Abdul Majid Abdullah (Aceh Timur)

13. Ajaran Makrifatullah (Banda Aceh)

14. Pengajian Al'Quran dan Hadist (Kecamatan Simpang Ulim dan Madat, Aceh Timur)

15. Gafatar (Aceh).