Wisata Religi Tanoh Abe, Aset Sejarah yang Hampir Hilang Ditelan Zaman

0
Source: artmelayu.blogspot.co.id

Salah satu aset sejarah di Aceh yang memiliki daya tarik tersendiri, khususny dalam konteks spiritual adalah Dayah Teungku Chick Tanoh Abee yang  sudah berdiri sejak tahun 1625. Dayah Tanoh Abee yang merupakan aset wisata religi ini terletak di Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar dan jauh dari lokasi keramaian perkotaan.

Sejarahnya, dayah ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda saat memimpin kerajaan Aceh. Awalnya, dayah Teungku Chick Tanoh Abee ini hanya berupa gubuk kecil. Pada masa silam, selain merupakat pusat penyebaran ilmu keagamaan, dilokasi tersebut juga dijadikan tempat esekusi hukuman cambuk bagi warga masyarakat yang terbukti melakukan peanggaran syariat Islam.

Dayah ini mencapai prestasi gemilangnya pada masa kepemimpinannya yang pegang oleh Syeikh Abdul Wahab yang merupakan nama lain dari Teungku Chick Tanoh Abee selaku nama pesantren itu sendiri. Pada masa itu dayah inimerupakan tempat berkumpulnya para ulama dan pahlwan nasional Aceh seperti Teungku Chick Ditiro dan beberapa ulama lainnya.

Setelah pemilik utama meninggal, dayah Tanoh Abee ini dikelola secara turun temurun, mulai dari Syeikh Muhammad Said hingga Syeikh Abu Dahlan. Semasa kepemimpinan Abu Dahlan (1984-2007), dayah ini kembali memperoleh puncak kejayaannya sebagai pusat edukasi keagamaan di Aceh. Ribuat santri dari berbagai pelosok menuntut ilmu didalamnya. Sayang, untuk saat ini khususnya setelah Abu Dahlan meninggal dunia, pesantren ini tak sepopuler sebelumnya. Salah satu faktornya adalah sistem kaderisasi  atau penggalangan dana yang terbatas menjadikannya aset sejarah yang dikhawatirkan akan menghilang ditelan zaman.