Malaysia Tambah Kiriman Obat Jadi 5 Juta Pieces ke Aceh, 8 Dokter Diterbangkan ke Aceh Tamiang — Mualem Jemput di Bandara

Banda Aceh, 11 Desember 2025 — Malaysia kembali mengirim bantuan medis besar ke Aceh. Setelah sebelumnya menyalurkan 2 juta pieces obat-obatan seberat 2 ton, hari ini rombongan kemanusiaan Malaysia tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda dengan tambahan 3 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 3 ton, disertai 8 dokter spesialis.

Mualem bersama Jubir KPA Bang Jack Libya dan rombongan, menjemput langsung rombongan tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda.

Setelah mendarat, delapan dokter Malaysia di kawal langsung oleh Jubir KPA Bang Jack Libya  langsung diterbangkan kembali menggunakan helikopter menuju Aceh Tamiang, salah satu wilayah paling parah di hantam bencana banjir  Sumatra

Dengan pengiriman terbaru ini, total bantuan Malaysia mencapai 5 juta pieces obat-obatan atau 5 ton suplai medis—menjadikannya salah satu bantuan kesehatan internasional terbesar sejak bencana menerjang Aceh.

Pengiriman dilakukan melalui kolaborasi Gomez Medical Services dan Blue Sky Rescue Malaysia. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) bersama Jubir KPA Bang Jack Libya dan rombongan, menjemput langsung rombongan tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda.

Banjir Aceh  Cyclone Senyar menjadi bencana banjir–longsor terparah dalam sejarah Aceh dan Sumatera. Mualem, Gubernur Aceh menyebut tragedi ini sebagai “Tsunami Kedua.”

Bencana dahsyat ini melanda pada 26 November 2025 dan hingga kini dampaknya masih sangat luas.

Data sementara dampak Bencana (8 Desember 2025, 19.00 WIB): lebih dari 389 meninggal, 57 hilang, 3.789 luka ringan, 482 luka berat dan puluhan ribu warga masih terisolir tanpa layanan medis memadai. Juga kerusakan infrastruktur dan materil tercatat melampaui skala Tsunami 2004.

Juru Bicara KPA, Bang Jack Libya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Malaysia.

“Solidaritas ini menyelamatkan nyawa rakyat Aceh.”

Bang Jack mendesak Pemerintah Pusat untuk mempermudah seluruh jalur bantuan internasional, termasuk bea cukai, izin penerbangan, dan distribusi logistik.

Dalam keadaan darurat, kecepatan itu penyelamat nyawa.”

Scroll to Top